a g n e s | b u l a t
Hari ini masih libur pergantian semester. Hari kemerdekaan bagi gue. Dalam arti, gue bisa tidur sampai siang. Hahaha. Namun, niat itu harus dibatalkan karena gue punya misi yang lebih penting. Gue harus pergi ke Kem Chicks Kemang bersama adik untuk berburu roti pesanan nyokap.

Setelah sampai di Kem Chicks, ular di perut gue mulai huru-hara minta di kasih makan. Jadilah gue dan adik memesan makan siang sebelum memulai aktifitas belanja.
Sambil menunggu pesanan datang, gue menghampiri stand roti. Mata gue meneliti berbagai macam roti yang ada di sana. Dan....pesanan nyokap gue nggak sepenuhnya ada.

Gue : "Mas, Bagel-nya mana?" *Bagel itu jenis roti*
Mas2 : "Oh...Habis..."
Gue : "HAH?"
Mas2 : "Beli besok aja, dek...besok ada."
Gue : "*ngedumel pelan..*....Saya sudah dari kemarin ke sini, dan bagelnya nggak ada...."
Mas2 : *menatap gue, iba* "Kalau mau...kamu tunggu 1 jam... dibuat dulu Bagelnya."
Gue : *sumrigah* "Boleh! PESEN 10 YAH MAS! Terus pie apelnya 3... Terus, ini fruit pie ya? minta 1 deh..."

Semua pembuat kue yang ada di stand tersebut langsung melihat gue, takjub.

Mas2 : "Sepuluh?"
Gue : "Eh, 15 aja deh. 3 cheese Bagel, sisanya Plain Bagel."

Para pembuat kue itu masih melihat gue, semakin takjub.
Kebetulan ada mbak-mbak yang nawarin sample jus jeruk. Dia tampak tertarik dan ikut nimbrung. Ia bertanya dengan hati-hati...

Mbak2 : "Sehari makan 3 ya?"
Gue : "Hehehe...Yah kurang lebih. Makan 3 aja bisa abis dalam hitungan menit. Ini juga beli banyak biar nggak bolak-balik dari bekasi ke sini.... Capek, macet boo..."
Mbak2 : "Jauh juga dari Bekasi.Emangnya di bekasi gak ada bagel?"
Gue : "Nggak ada tuh...makanya ke sini. Hehehe.
Mbak2 : *manggut2* "Lo pada jualan Bagel di bekasi aja noh!"

si Mbak2 ngomong ke penjual roti sambil cengengesan, dibalas tawa oleh para pembuat roti itu.

Percakapan dengan mbak-mbak itu berlanjut dengan menyenangkan. Dia ngasih gue sample jus jeruk yang rasanya segar. Walaupun gue minta maaf karena akhirnya nggak beli Jus yang harganya selangit itu, dia cuma geleng-geleng dan bilang, "Nggak apa...Ini biar seger aja. Soalnya Jus untuk sample-nya masih banyak..."
Terus kita ngobrol, dan dia ngasih sample yang lain lagi. Baik banget deh si mbak. Gue jadi tau macam-macam jus jeruk yang di jual di Kem Chicks.

Setelah menyelesaikan makan siang, Bagel gue sudah selesai dipanggang. Yes! Bagel paling enak kalau baru keluar dari oven. Rasanya kenyel-kenyel gimana gituu..

Mas-mas pembuat roti itu juga memberi gue bonus beberapa cheese Bagel, gratis. Senangnya hatiku. Bakal jadi pelanggan tetap deh di sana. Hehehehe..
Labels: 0 comments | edit post
Reactions: 
a g n e s | b u l a t
Setiap orang punya cara yang berbeda untuk mengisi waktu senggangnya. Begitu juga saya. Mengisi sore hari dengan secangkir teh dan cemilan.

Awalnya, saya menyukai perpaduan sandwich (sebagai cemilan) dan teh. Kemudian menu makanan beralih ke kue Tart. Saya tidak bertahan lama dengan kue Tart, kejunya membuat berat saya melambung dan pipi saya terlihat hampir meledak. No no....

Suatu hari, saya ikut mama ke kem chicks, kemang Jakarta Selatan. Ia mau membeli Pai Apel kesukaanya. Lalu, ia juga membeli roti yang bernama, Bagel. Memang mirip donat, tapi percaya deh...Ini bukan donat.
Saya tertarik dan mencoba 1 Plain Bagel. Secara fisik, bagel itu sebesar telapak tangan saya, luarnya kering dan berwarna coklat. Teksturenya padat dan kenyal. Rasanya? Bikin gigi dan gusi saya merinding. Enak!
Saya meminta mama untuk membeli beberapa buah lagi untuk dibawa pulang.

Untuk penyimpanan, saya menyimpan bagel di dalam kantong kertas. Lalu dimasukkan ke dalam lemari es.
Oh ya, waktu saya mencoba memakan bagel itu lagi. Ceritanya kan baru dikeluarin dari lemari es. GRAUK! Rasanya gigi saya mau retak! Keras banget bok!

Ternyata Bagel tersebut harus dipanaskan terlebih dahulu. Saya mencipratkan sedikit air di atasnya, kemudian menghangatkan roti tersebut dengan oven selama 1 menit supaya rotinya terasa lebih lembut. Yummyyy...
Sedihnya, belum ketemu tempat yang jual Bagel selain Kem chicks nih di Jakarta... :(
Ada yang tahu?
Labels: 2 comments | edit post
Reactions: 
a g n e s | b u l a t
Begini ceritanya...

Menjelang Ujian Akhir Semester, pelajaran fotografi mengharuskan mahasiswa untuk melakukan foto model dengan tema Glamour.

Gue langsung menghubungi model yang biasa gue pake untuk portfolio gue dan mengatur jadwal pemotretan. DONE!

Nah, ketika gue lagi asyik ngaca di kamar bonju, tiba-tiba ada yang nyeletuk, "Nes..lo jadi model foto kita aja ya?"
Mendengar hal tersebut, gue merasa senang karena gue (agak) narsis, sekaligus takut.
Kenapa gue takut?

Pertama, dosen udah menegaskan agar mahasiswa menggunakan model yang cantik, minimal kaki jenjang dan tidak pendek kayak gue. (...gue mah jauuuhhhdari kriteria itu!)
Kedua, gue itu fotografer...bukan model...
Ketiga, kaki gue kekar kayak lobak.....gak bagus kalau di foto.... :(

Rasanya gue pingin nolak, takut nilai mereka pada jelek gara-gara pake gue sebagai model. Namun, tatapan mematikan bonju yang meminta gue jadi model.....membuat gue luluh...lantak...berantakan....

Kira-kira tatapan bonju kayak gini lah...
Bagaimana mungkin gue bisa nolak!! AAAA!!


Hari Selasa tanggal 8 Juli 2010, gue, Bonju, Mery, Dika dan Clarisa pergi ke PIK untuk sesi pemotretan.
(Saat itu, Clarisa yang kebetulan baru turun dari shuttle bus, langsung dimasukin ke mobil.. ternyata gue bakat jadi penculik..)

Jujur aja, gue orangnya nggak tahu jalan. Masa muda gue kebanyakan dianter oleh Pak Supir sehingga gue nggak pernah ngafalin jalan. Gue cuma bisa mempercayakan perjalanan saat itu pada Mery yang mengaku tahu jalan.

Setelah setengah jam kendaraan gue bergulir di tol, kami tiba di persimpangan jalan...
Arah ke kiri ke .....(gak tau gue lupa)
Arah ke Kanan ke TOL BANDARA SOEKARNO HATTA...

Gue : "Mer, ke kanan apa kiri?"
Mer : "Kiri, Nes..."
Clarisa : *rame sendiri*
Gue : "Lo yakin, Mer?"
Mer : "Yakin..."

Gue pilih jalur kiri..

Mer : "NES KE KANAN NES, BANDARA SOEKARNO HATTA!!!"
Gue : "HAH SERIUS LO? TERUS GIMANA?"

Masa iya gue lanjutin jalan terus yang gue sendiri nggak tahu itu kemana...

Gue ngeliat ke belakang... jalanan kosong...
Gue langsung ngerem mendadak, lalu dengan heroiknya mengarahkan persneling ke huruf R.... yang berarti MUNDUUUUUURRR !!

Ngeeeeeeeeeeeeennng.....

Untung gue gak nabrak mobil box...

Untung nggak ada polisi, jadi gue nggak ditilang....

Untung gue diberi kesabaran menghadapi Mery yang susah membedakan kanan dan kiri.....
HAHAHA

Sampai di PIK, kita foto-foto...
Sempat trganggu oleh gerimis yang berubah menjadi hujan deras.

Jam 7 malam, kita memutuskan untuk pulang ke Dormitory kita di Gading Serpong.


Spoiler for Dormitory

Sesampainya di Dormitory, teman-teman gue itu memutuskan untuk sesi foto terakhir. Gue pikir, oke lah... mumpung suasananya juga lagi bagus karena jalanan diterangi oleh lampu dan rumah-rumah yang cukup besar. Kita foto sampai jam 9 malam..
Setelah itu, langsung tidur.....badan rasanya udah mau rontok...
Ternyata jadi model, berpose, nyengir dan cemberut membutuhkan tenaga yang cukup banyak. Pelajaran buat gue untuk lebih menghargai model foto gue :)
Labels: 5 comments | edit post
Reactions: